PBU2U

LIWAA TAHLILI

basmalaa

Rabu, 25 Januari 2012

jangan jadi bebek


Jangan jadi bebek !
       Tunduk kepada khayalan dan mengikatkan diri semata-mata pada kecenderungan akal, plus ketidaktahuan terhadap sesuatu yang tidak kita ketahui, adalah jalan menuju kesesatan, yang kadang-kadang seluruhnya, atau salah satu diantaranya, menyatu dalam diri seseorang. Yang demikian ini, cukup sudah sebagai jaminan bagi terjadinya kekeliruan persepsi, rusaknya akidah, dan terjadinya dekadensi.
      Itu sebabnya, maka diturunkanlah akidah Islam yang komprehensif, memenuhi tuntutan emosi dan rasio, mengajarkan kepada manusia apa yang tidak mereka ketahui sebelumnya, dan mengeluarkan mereka dari kegelapan kebodohan, lalu menyinari jalan yang dilaluinya. Karena itu, barang siapa mengikuti apa yang diajarkannya, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya, kemudian beriman kepada segala sesuatu yang disampaikan oleh Al-Quran, berarti dia telah memperoleh petunjuk, dilindungi dan dipenuhi segala kebutuhannya. Dan barang siapa menyimpang darinya, berarti dia telah disesatkan setan : Barang siapa tidak diberi cahaya oleh Allah, maka tidaklah dia mempunyai cahaya (petunjuk) sedikitpun (QS. An-Nur: 40).
       manusia - baik yang Mukmin maupun non Mukmin - mengetahui adanya makhluk gaib, maka wahyu ternyata membatasi jalan kita untuk mengetahui alam gaib ini dari pandangan kita, sekalipun kadang-kadang kita bisa merasakan kehadirannya. Sementara itu, Sunnah Nabi pun telah menjelaskan kepada kita secara gamblang tentang hal-hal yang berkaitan dengan alam gaib tersebut, sehingga kita tidak tersesat dari jalan yang benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman